
Puluhan remaja perwakilan dari SMP dan SMA se-Majalengka Utara mengikuti malam bina iman dan takwa yang digelar oleh LDS Hizbut Tahrir Indonesia Majalengka, Sabtu – Ahad, 01 – 02 Agustus 2009. Acara yang dikemas seru, bernama “mabda’i”, mabitnya anak muda ideologis ini bertempat di Masjid Besar Al-Hurriyyah, Sutawangi Jatiwangi. Acara ini mengangkat tema, “Be the real heroes”.
Acara dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan diskusi remaja yang mengangkat tema, “the darkdays, avatar dan khilafah”. Diskusi ini membicarakan tentang hari-hari kelam yang dialami umat Islam saat ini, baik yang menimpa anak muda hingga kaum Muslim di seluruh dunia. Seperti halnya dalam film Avatar yang disajikan oleh TV ke remaja, hari ini kaum Muslim menanti sosok Khalifah yang akan membangkitkan kaum Muslim dari tidurnya.
Selepas Isya, para remaja tersebut mengupas tuntas tema tayangan film “where are the heroes?”. Para remaja sepakat, bahwa di manapun ada para penjahat, pasti ada kejahatan. Di manapun ada kejahatan, pasti ada para pahlawan. Demikianlah yang sering ditampilkan dalam film-film superheroes kepada anak-anak muda. Demikian pula dalam kehidupan nyata, para penjahat itu ada dan senantiasa melakukan kerusakan dan kejahatan. Namun, yang menjadi persoalan, “di manakah para pahlawan nyata itu?”
Melalui diskusi yang cukup hangat, ditarik kesimpulan bahwa para pahlawan itu adalah generasi Muslim yang telah dilahirkan kepada manusia untuk menjadi generasi yang terbaik. Dimulai dari Nabi Muhammad Saw, beserta para sahabat yang mulia, cahaya kemuliaan terpancar. Berbagai macam perlawanan dakwah dihadapi oleh mereka, seperti penyiksaan, propaganda busuk, serta pemboikotan. Mereka mendapatkan semua itu, karena mereka adalah pahlawan. Cahaya kemuliaan Islam itu terus dilanjutkan hingga kaum Muslim mampu menguasai dua pertiga dunia.
Namun, hari ini di manakah para penerus pejuang kebenaran itu? Di berbagai penjuru dunia, kaum Muslim kembali bangkit membawa panji-panji Rasulullah Saw. Para remaja peserta mabda’i sepakat, bahwa dirinya harus ambil bagian untuk menjadi para pahlawan yang akan berjuang menegakkan Islam di tengah-tengah kelamnya hari-hari kaum Muslim saat ini. Ibarat kelamnya malam, sinar mentari pagi pasti akan menyinari. Demikian juga, kegelapan yang menimpa umat ini akan segera sirna, dan cahaya kemuliaan pasti akan datang, sekalipun banyak pihak yang mencoba menghalang-halanginya. Hingga suatu saat, Khilafah Rasyidah kembali berdiri yang akan menyatukan kaum Muslim di seluruh dunia.
Selepas qiyamul lail, para peserta dipupuk nafsiyah Islamiyyah-nya sembari menghayati ayat-ayat al-Quran yang dipandu oleh perwakilan siswa, Andi Maulana, Juara I MTQ Tk. Jabar. Sementara itu, Ketua DPD HTI Majalengka, Ust. Tatang, SP. yang berkesempatan mengisi sesi kuliah subuh, mengupas tuntas kondisi dan peran remaja hari ini. Para remaja pun semakin yakin untuk berkomitmen menjadi remaja Muslim idaman, yang senantiasa rindu syariah dan khilafah.
Untuk menambah seru acara, para peserta mengikuti permainan liwaroyah games pada pagi harinya. Selain berolahraga, mereka diperkenalkan dengan panji-panji Rasulullah Saw. Mereka merasa bangga, telah mengemban panji-panji Islam tersebut. (LDS-HTI Mjl)
0 komentar:
Poskan Komentar