Sabtu, 26 September 2009

para 'BINATANG'


DI hari2 liburan lebaran kayak gini emang enaknya sih rekreasi, plesiran, liburan, piknik ato apalah namanya...? yang pokoknya bertujuan buat cari hiburan.
Dan kayak yang udah jadi kebutuhan, ternyata pada hari2 libur lebaran kayak gini (yaa... kalo orang bilang sih H+ lah...) banyak orang yang pada keranjingan wara-wiri plesiran ketempat-tempat liburan dan hasilnya dapat kita lihat di tempat-tempat wisata yang bejubel oleh para pengunjung (bahasa kerennya sih visitors), ampir semua tempat wisata di berbagai kota dan daerah penuh dengan pengenjung baik itu tempat yang menyuguhkan panorama alam misal: kebon binatang, tempat pemandian alam, pemandangan laut de es be....
ato juga tempat-tempat wisata yang menawarkan wahana permainan anak2 kayak: outbond, roler cruster, dan wahana-wahana perminan laennya...

Dan kayak yang gak mau kalah atau gak mau ketinggalan abad (he..he.. udah bosen dengan kata zaman, pen) saya juga ikut-ikutan liburan loh... dan kebetulan pada liburan kali ini saya berkesempatan untuk berkunjung ke kebun binatang. Kenapa harus kebin binatang?, karena terusterang akhir akhir ini saya sedang keranjingan untuk mendalami dan mengenal lebih dekat dunia fauna. harapan saya dengan aktivitas ini dapat memperkaya pengetahuan tentang ayat2 kauniyah (bukan judul film lanjutan ayat2 cinta) umtuk nantiyasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Disini(kenbun binatang) saya melihat berbagai pemandangan yang begitu mencolok mata.
Dikelas insecta , saya melihat 'kecoak' (kelompok cowok nakal) yang selalu mengotori rumah tinggal manusia dengan berbagai polah tingkahnya. masy'a allah

Lain lagi dikalas amphibi, disini yang nongol 'kecebong' (kelompok cewek sombong) yang biasa hidup berfoya-foya ketika musim hujan materi tiba bergelimang dengan harta duniawi yang kadang mereka mendapatkannya tanpa tahu halal-haram lagi, mereka tenggelam dalam hidup yang hedonis-matrealis bahkan disaat yang lain kantongnya tangah di tempa kering kerontang. Naudjubillahi mindzalik.

Lalu terlihat juga 'iguana' (Ikhwan begundal-akhwat nakal) yang bertengger di kelas reftil, yang penampilannya agak asing diantara yang lainnya tapi kelakuannya tidak mencerminkan kebaikan penampilan luarnya. Naudjubillahi mindzalik lagi...
kontan mata saya terbelalak melihat semuanya, tak percaya, bengong, asli! "apa semua ini?"

Jujur rasa tak percaya terus menghinggapi perasan ku saat ini. Sambil ku coba menata hati kulanjutkan perjalanan ini. baru beberapa langkah saya melaju kejutanpun terjadi dikelas mamalia, yaknia saat 'gajah' (gadis jahiliyah) yang sukanya mengumbar aurat tanpa tau malu sedang berlomba dan bersaing bersama 'musang' (muslimah merangsang) yang berpakaian tapi telanjang, ia berkerudung (bukan jilbab) tapi tetap menampilkan lekuk-lekuk tubuhnya. sekali lagi ku ucapkan Naudjubillahi mindzalik...

Kemudian saya berpapasan bersama 'jerapah' (jejaka dan perawan sampah ) yang sudah terputus urat malunya, mereka bergaul bebas dengan sekehendak hati mereka, dengan motto 'djisam soe' (jika sama-sama soeka), maka 'ardath' (aku rela ditiduri asalkan tidak hamil) pun jadi. tak henti-hentinya ku ucapkan Naudjubillahi mindzalik. sehingga 'buaya' (bujangan berbahaya) kelaparan lagi BT, baca: bete (birahi tinggi) tak ayal menggigit dengan sesumbar: mau enaknya tak mau anaknya!!. Akhirnya, dibuanglah sijabang bayi keselokan dan tempat-tempat sampah tanpa sempat menangis lagi. sadis!

Kemudian adalagi 'anjing' (anak bajingan) yang sedang mengiming-imingi kenikmatan dan tamasya halusinasi kepada sang 'macan' (remaja kecanduan), dengan alasan membantu melepaskandiri dari kesulitan, tekanan dan kepenatan, padahal ia mengidap 'aids' (aku ingin duitmu saja). tega!

Terus terang, melihat semua ini saya meresa mual, mata saya berkunang-kunang. merasa jengah, muak melihat semua ini "mengepa semua ini terjadi?"
Dari pada pusing, rieut utah uger bae mikirin sesuatu yang tidak puguh, maka saya alihkan pendangan melihat pemandangan sekitar, pepohonan yang rimbun, dedaunan yang lebat, danbuah-buahan yang ranum. Tapi baru sejenak saja saya coba jernihkan hati ini tiba-tiba lewat seekor 'kudanil' (kumpulan pemuda tengil) yang dengan asyiknya sambil berangkulan mesra dengan 'dinosaurus' (pemudi norak salah urus) tanpa mempedulikan sekitarnya, seolah dunia hanya milik mereka berdua (yang lain lagi di pengungsian)

Mual rasanya melihat semua itu tak tahan rasanya bila harus ku biarkan berlarut-larut. Ingin rasanya saya mendatangi mereka dengan menghunuskan otot, mencaci dan memaki mereka. Tapi saya segera tersadar. "ah, kenapa saya harus marah dengan perbuatan mereka.... wajar saja mereka berbuat begitu.... karna mereka kan memang 'binatangs' (biadab, nakal, dan manentang syariat) . jadi lebih baik saya maklumi saja ya. [xpem]


0 komentar:

Poskan Komentar