Rabu, 03 Juni 2009

Di Cari: Remaja Ideal





[edisi 01 tahun 01] 'Membanggakan!', ya… paling tidak itulah ungkapan yang pantes untuk menggambarkan keadaan para remaja and remaji muslim yang cinta Islam. karena sungguh betapa tidak, ditengah-tengah kehidupan generasi moeda yang makin hari makin amburadul separti sekarang ini, disaat pergaulan remaja seolah menjadi predator peradaban (crocodile kale yee,red) khususnya bagi peradaban Islam, ternyata masih ada juga kelompok-kelompok remaja yang masih peduli dengan peraturan Islam sebagai rambu-rambu kehidupan dan senantiasa manjadikan Aqidah Islam sebagai standart pemikirannya dan Halal-Haram sebagai tolok ukur perbutannya, mereka juga senantiasa melakukan “Taqarubb-ilallah” (mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam rangka memenuhi “Ghorijah at-Tadayun” (naluri beragama). Makanya jangan heran ato kaget kalo belakangan ini mulai muncul Organisasi-organisasi Rohani Islam/ ROHIS dimesjid-mesjid, disekolah-sekolah, apalagi di kampuskampus wah… pasti udah bejibun banget deh…. Mereka senantiasa mangadakan kegiatan-kegiatan keislaman kapan pun dimana pun (minumnya teh botol sosro ,red). Kegiatan-kegiatan yang mereka adakan adalah tidak lain bertujuan untuk memperdalam tsaqofah Islam yang mereka miliki dan senantiasa mempersiapkan diri untuk menjadi seorang “Hamlud da’wah al-Islam” (pengemban dakwah Islam) sebagai agen pembawa perubahan (deuuuui!), dan selain itu mereka juga senantiasa mengajak orang lain agar bersama-sama mengkaji Islam secara 'kaffah' (manyeluruh) sebagai suatu Mabda (pandangan hidup) yang benar yang bersumber dari Dzat yang maha benar (Nah … gitu dooong kalo ngaji itu kudu ngajak2 jangan sampe punya ilmu diem-diem aja ajak kalo kentut boleh diem-dieman he..., red). Kegiatan-kegiatan yang kerap mereka selenggarakan beragam jenisnya dari yang bersifat umum sampe yang bersifat khusus dari yang formal/serius (bukan nama group band)sampe yang sambil canda-candaan, dari yang cuman ngaji kuping doank sampe yang pake sarana pembantu mis; makalah, teknologi juga ada, pokonya banyak deh kegiatan2 model begituan mah, modelan: Pengajian Umum, bedah buku, tabligh akbar, peringatan hari besar Islam, Liqo, Sanlat(pesantren kilat), Halaqoh, Mabit, de..el..el.. Semua kegiatan yang mereka lakukan itu se-'enggak-nya telah menunjukan bentuk kepedulian mereka (para remaja-remaji cinta Islam) terhadap keadaan Umat Islam yang saat ini secara pemikiran tengah di porak porandakan oleh musuh-musuh Islam, terutama kahidupan generasi mudanya yang disadari atau tidak makin hari makin mengenaskan dan berada jauh dari aturan-aturan Islam yakni “Nidzham al-Ijtima’i fil Islam” (peraturan pergaulan dalam Islam).Allah SWT berfirman :

“Serulah (manusia) ke jalan Tuhan-mu dengan hikmaqh dan pelajaran yang baik dan bantahlah mere4ka dangan cara yang baik (pula). Sesungguhnya Tuhan-mu, Dialah yang maha tahu tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapatkan petunjuk”.[TQS. An-Nahl :125].[TQS. An-Nahl :125].



Dan kalo qta ngomong lebih dalem soal kehidupan remaja/generasi moeda tentu yang langsung terbayang di benak qta adalah skema pergaulan remaja yang Glamour identik dengan hura-hura, pergaulan bebas, minuman keras, drugs, dan berbagai hal rusak lainnya yang melekat pada jatidiri generasi moeda dewasa ini. Terus terang, ane merasa merinding bin ngabirigidig ketika malam tahun baruan (masehi) kemarin, ketika ane lewat ditempat mangkalnya para remaja/remaji di pusat kota, ane menyaksiakan betapa parahnya pergaulan generasi moeda, bayangin aja mereka laki2 & perempuan dengan pasangannya masing2 tanpa malu2 mereeka saling berduaan, mojok, nongkrong di pinggir jalan dan tanpa merasa tabuh/aneh lagi mereka melakukan hal2 yang sebenernya dilarang Dokter (eeeeh…maksudnya dilarang agama, red), hal2 yang mestinya dilakukan oleh suami-Istri seperti NKPI= Necking, Kissing, Piting, Intercausting (yang gak ngreti cari sendiri di kamus ya….., pen). Padahalkan Allah SWT telah berfirman dalam surat Al-Isra ayat 32 yang bunyinya:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”.


Dan kalo qta memperhatikan mereka dari cara berpakaiannya, masya' allah... kronis banget, gak ketulungan deh! (emang nya kanker?,red). Yang laki pakeannya serba item, pake sweeter bergambar personilnya group band Changcuters, dgn cerlana yang dipakai dibawah lutut (opss.. maksudnya dibawah pinggang,pen) yang dilangkapi sabuk pinggang se-gede trotoar jalan, poko’e nyentrik banget deh! Apalagi kalo q-ta liat rambutnya yang dipaksa mesti anteng lurus berdiri iiih ngeri !.
Dan yang perempuan juga nggak kalah nyentriknya, doi pake baju punya keponakannya yang dipaksa mesti muat menampung badannya (full pres body gitu loooh, pen), dgn rok yang dipakai  2 jengkal diatas Lutut (euleh-euluh... kenapa gak sekalian di mata kaki aja makenya atuh neng… ,red), dgn warna rambut yang udah kayak payung anak2 bermotif pelangi dan anting yang dikenakan di bibir dan banyak lagi deh yang ancur-ancurnya yang mungkin kalo diceritakan semuanya bisa bikin kakek jantungan, he…he….he….

yups... Sobat muda, Dengan melihat gerak-gerik, cara berpakaian, ucapan, dan gaya hidup mereka, setidaknya telah memberi gambaran, seberapa rusak Generasi penerus negri ini, betapa suram masa depan negri yang katanya mayoritas beragama Islam ini (komunitas muslim terbesar). Sebenarnya apa yang terjadi dengan generasi muda saat ini? What even aya naon atuh?

Kemana Remaja Berpijak

Remaja dalam gejolak pencarian jatidirinya tentu nggak bakalan bisa lepas dari kenyataan hidup disekelilingnya. Dengan segenap potensi yang dimilikinya, remaja berusaha ngejadiin agar eksis di hadapan masyarakat agar tidak sampai terjerembab gagap menghadapi kenyataan hidup ini. Paparan realitas keadaan generasi muda diatas adalah sebagian gambaran kenyataan kegagapan hidupa akibat imbas deras “Ghajwul Fikr“ perang pemikiran via propaganda budaya sekuler (ceileee ngomongnya… keren bener.., red).

Akhirya sikap remajapun terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok yang Pertama adalah remaja IDEALIS, adalah mereka-mereka yang peduli lingkungan dan sadar akan kerusakan dan kebobrokan sistem yang ada akibat ditinggalkannya aturan Islam dalam realitas kehidupan. Mereka merasa tidak puas dengan kondisi yang ada dan ingin melakukan berbagai perubahan. Doi sadar kalo sstem kehidupan sekarang didomonasi oleh aturan hidup yang bertentangan dangan fitrah manusia yaitu menjauhkan manusia dari penciptanya, dan bahkan menjerumuskan manusia pada kesengsaraan yang berkepanjangan, atao yang disebut sebagai sistem sekulerisme. Islam Dien yang paripurna dan satu-satunya yang diridhoi al Khaliq (lihat TQS Al-Imaran : 19, red), telah sedemikian dijauhkan dari haribaan pemikiran dan kehidupan Umatnya.

Kelompok yang Kedua adalah remaja IDIOTIS (nyaris Idiot,pen), adalah mereka-mereka yang kadung cuek bebek terhadap kondisi kehidupan masyarakat. Buat mereka yang penting urusan diri sendiri, sedangkan urusan umat
muslim yang lainnya me-ne-ke-te-he..... “Buat apa peduli dengan urusan umat muslim yang lain pokonya-mah EGP-
lah (Emang Gue Pikirin)”
katanya.

And Kelompok yang Ketiga adalah remaja IDIOT yakni mereka yang terjerembab dalam bejatnya sistem kehidupan masa kini seperti yang di paparkan dalan relitas kehidupan generasi muda di atas. Telah banyak remaja Idiot yang menjadi korban kebejatan sistem kapitalis (yang nganggap uang adalah segalanya,yang punya uang akan menang dan yang gak punya uang akan jadi pecundang, pen) yang mengagung-agungkan materi, memisahkan agama dari kehidupan (sekularisme), dan mencerabut nilai-nilai kehidupan yang lainnya termasuk nilai-nilai Islam.

Lantas kemanakah remaja harus berpijak?. Tentu gak ada pilihan lain kecuali pada sikap remaja yang Idealis. Sajalan dengan sabda Rasulullah saw;
“Barang siapa yang bangun pagi hari dan hanya memperhatikan masalah dunianya, maka orang tersebut tidak berguna apa-apa disisi Allah SWT. Barang siapa yang tidak pernah memperhatikan urusan kaum muslim yang lain maka mereka tidak termasuk golonganku”(HR. Thabrani dari Abu Dzar al Ghifari).


Namun remaja idealis saja belumlah cukup untuk dapat melakukan perubahan yang diinginkan. Maka harus di sempurnakan prototipe remaja idealis menjadi remaja Ideal yakni remaja yang sadar dan mau ber dakwah. Dakwah adalah satu-satunya jalan untuk dapat memperbaiki keadaan umat Islam yang sedang terpuruk, dakwah merupakan kewajiban yang di bebankan Allah SWT kepada kaum muslimin –baik remaja, dewasa, ataupun orang tua- kapanpun, dimanapun dia berada. Dakwah adalah sebaik-baik perbuatan (perkataan) yang dilakukan oleh kaum muslim, Allah berfirman:
"Serulah manusia ke jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang gbaik (pula)” (TQS.An Nahl : 125) dan “Dan siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shaleh dan berkata sesungguhnya aku termasuk golongan kaum muslim” (TQS. Fushilat: 33).


So, nggak ada pilihan laen buat qta kalo ingin gapai Ridho-Nya Allah SWT dan selamat dunia Akhirat (eh, semuanya juga pada pengen masuk surga kan???,pen) selain menjadi seorang remaja yang Idealis yang peduli terhadap keadaan Islam dan Umat Muslim yang kian hari kian jauh dari kemuliyaan. Padahal Allah swt pernah Berfirman:
“Kalian adalah Khairu Ummat (sebaik-baik ummat) yang diturunkan ditengah-tengah manusia……” (TQS. Al-Imran : 110).


Dengan menjadi remaja Idealis qta songsong ridho Ilahi dan kemulyaan Umat dengan bersama-sama mengkaji, mengamalkan dan mendakwahkan Islam secara ‘Kaffah’ (totalitas), Dalam seluruh aspek kehidupan.[xpem]

2 komentar: